









Wah, produk-produk
XS Project ini memang cantik-cantik ya?Siapa sangka terbuat dari limbah plastik yang biasanya hanya berakhir di tong
sampah?
Bagi yang berminat
membelinya, bisa hubungi:info@xsprojectgroup.comSemoga bermanfaat.
For now there are Faith, Hope, and Love. But of these three, the greatest is Love.
IBU KASMI memang makhluk yang amat langka. Betapa tidak? Limbah sampah dari bekas bungkus kemasan kopi bubuk, bekas pasta gigi (odol) dan bekas tas plastik (tas kresek) bisa dia ’sulap’ menjadi produk kerajinan tas berkualitas ekspor!
Maka dari itu, patutlah kita mendaur ulang bekas bungkus jajanan ataupun bungkus kopi (yang berbahan plastik) menjadi sesuatu barang yang berguna dan dapat dimanfaatkan.
Kenyataannya, banyak sekali cara untuk mendaur ulang plastik, terutama bekas bungkus berbahan plastik contohnya bungkus jajanan ataupun bungkus kopi. Tapi, di sini kami akan menyajikan salah satu daur ulang plastik yang berbahan dasarkan bekas bungkus jajanan, menjadi barang yang sangat berguna bagi kesaharian kita, yaitu tas. Mau tahu bagaimana cara membuatnya?
11. hasilnya, dapat di lihat pada gambar di bawah ini.
(perlu waktu lebih dari 2 minggu untuk menyelesaikannya, tergantung banyaknya orang mengerjakan. maka kami menampilkan contoh yang berbeda dengan bahan dasar yang kami peragakan.)
selesai !
Silakan anda praktekan. Agar tumpukan sampah dari plastik berkurang, dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari- hari.
Sumber: http://sman13bandung.school-press.com/2009/01/13/daur-ulang-bungkus-berbahan-plastik-2/XSProject adalah sebuah group yang dibentuk di Jakarta oleh Ann Wizer, seorang visual artist dan aktivis lingkungan (environmental activist).
Sebagai seorang pekerja seni, Ann Wizer mengekspresikan keprihatinannya dan tindakannya dalam melawan perusakan alam akibat limbah industri dan sikap konsumerisme yang berlebihan, dengan menggunakan sampah sebagai bahan dasar dalam setiap instalasi seni dan kostum yang ia ciptakan.
Sampah tersebut dapat berupa sampah plastik, sampah kertas, dan lainnya. Baik instalasi seni, instalasi fashion, hingga bahkan tote bag pertama dibuatnya dari bahan sampah, melengkapi kostum nya juga yang digunakan dalam sebuah pertunjukan.
Pada tahun 2002, Ann Wizer mendirikan XSProject di Jakarta yang ditujukan untuk menciptakan solusi bagi pencemaran lingkungan yang berlebihan dengan sampah industri tersebut. Selain mendaur ulang sampah menjadi produk yang berguna dan mengurangi pencemaran lingkungan, proyek ini juga turut mengikutsertakan komunitas pemulung dan pemungut sampah di Jakarta.
Mereka membeli harga sampah mereka dengan bayaran yang lebih tinggi guna meningkatkan taraf hidup mereka, para anak - anak pemulung juga diberikan kesempatan untuk belajar bersama dengan murid - murid Bristish International School, kemudian para pemulung dan kaum miskin lainnya juga diajarkan dan dipekerjakan untuk memproduksi produk - produk daur ulang tersebut.
Penggunaan material - material sampah tersebut menunjukkan betapa cara - cara kreatif dapat digunakan untuk mendaur ulang produk agar dapat digunakan kembali, sekaligus mengurangi pencemaran dan menciptakan sebuah kehidupan yang lebih baik.
Pada tahun 2004, project yayasan non-profit, XSProject Foundation, didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada masyarakat, sekaligus secara langsung membantu komunitas pemulung dan pengambil sampah agar mendapatkan akses dan bantuan dalam pemenuhan kebutuhan harian mereka, pendidikan bagi anak - anaknya, kesehatan, perlindungan, dan tentunya untuk mengangkat harkat hidup mereka dari kemiskinan.
Anda dapat turut membantu yayasan ini baik dengan cara membeli produk - produk mereka yang tersedia di berbagai tempat maupun langsung menghubungi contact yang ada di situs resmi mereka. Anda juga dapat membantu dalam berbagai kegiatan mereka dan bekerja sama untuk meningkatkan keperdulian terhadap lingkungan pada masyarakat kita.
Sebagaimana bisa anda lihat pada foto - foto yang ada di sini, produk tas, tempat pencil, kantong penyimpanan mainan, hingga pouch - pouch cantik, semuanya terbuat dari plastik limbah baik deterjen, obat nyamuk, minuman, dan lainnya yang kita gunakan dan kita buang sehari - hari.
Meskipun terbuat dari sampah, tidak berarti produk mereka berkualitas buruk, malahan berkualitas sangat baik. Semua hasil jahitan rapih, bahkan bahan bagian dalam pun dilapis lagi, menjadikan semua produk - produk yang mereka jual menjadi lebih kuat dan dapat digunakan lama.
Tidak ada yang lebih baik daripada mendapatkan produk bagus yang kita tahu mampu membantu mengubah lingkungan dan kehidupan manusia yang berkaitan di dalamnya. Berbelanja, berbuat baik, dan mengubah tatanan dunia menjadi lebih baik. Saya yakin banyak member dan reader di Fasity ini yang punya keyakinan yang sama. For a better world and a better fashion world!
Situs resmi XSProject Internasional: http://xsprojectgroup.com/
News & Stuff XSProject: http://www.xsproject.blogspot.com/
XSProject Europe: http://www.xsproject.eu
E-mail: info@xsprojectgroup.com
Menyulap sampah plastik menjadi benda berguna di rumah, ternyata tidak sulit. Asal punya niat kuat, tekun, dan sedikit bumbu kreatif, kemasan mi instan, kopi instan, atau kantong keresek bisa dianyam menjadi dompet, tempat pensil, tas, dan sajadah yang tidak kalah indah dengan buatan para perajin.Berikut kiat dari Ny. Iyom Rochaeni, sang perajin limbah plastik, bagi Anda yang ingin segera melakukan sesuatu untuk mengurangi sampah plastik di rumah. Jika Anda kesulitan mengikuti langkah-langkahpembuatan kerajinan dari sampah plastik ini, Anda dapat menghubungi Ny. Iyom di Cihampelas Bongkaran No. 302/25 RW 15 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan, Bandung 40116, telefon 08172362436.
Bagi yang ingin memanfaatkan tas kresek yang sudah tak terpakai lagi menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi, berikut langkah-langkah pembuatannya.
Sebelumnya saya sudah tulis soal “Jangan Asal Buang Kertas. Pakai Dulu Kedua Sisi, Baru deh dibuang.” Sekarang masalahnya kalau kedua sisi sudah dipakai, kertasnya mau diapakan? Sempat saya coba kertas tersebut di shredder dan dimasukkan ke tong Composter. Ternyata kertas tersebut tidak bisa terurai dengan baik. Kadang ada juga orang yang membakar kertas tersebut, menjual ke tukang loak, atau ada juga yang diberikan pada pemulung kertas. Tadi saya juga sempat mencari solusi untuk mencari cara mendaur ulang kertas-kertas yang ada di kantor. Akhirnya saya mendapatkan seorang pendaur ulang independen bernama Bapak Salam di “Kedai Daur Ulang.” Kedai Daur Ulang menerima sampah-sampah kertas kita untuk dibuat barang dari hasil daur ulang kertas tersebut seperti kertas daur ulang lokal, kerajinan tangan, boks-boks, frame foto, dsb. Yang menarik adalah Kedai Daur Ulang sudah mempunyai langganan perusahaan-perusahaan yang ingin membuang sampah kertasnya untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Oleh karena pembicaraan dengan Bapak Salam saya pun tertarik untuk mengantar kertas-kertas bekas ke Kedai Daur Ulang. Tidak semua kertas bisa cocok untuk didaur ulang. Lihat tabel dibawah ini:| Yang diterima | Yang Tidak diterima |
| Kertas putih | Kertas Karbon |
| Kertas HVS | Staples |
| Kertas koran | Klip kertas |
| Buku | Kertas lilin |
| Majalah | Kertas label |
| Kertas/map manila | |
| Kertas komputer | |
| Kertas NCR | |
| Amplop | |
| Kertas buram | |
| Kertas blueprint | |
Kalau anda tertarik untuk menyumbangkan kertas-kertas anda, apakah anda perorangan atau perusahaan, kirimkan ke:
“Kedai Daur Ulang”
Kontak: Pak Salam
Jalan Mampang Prapatan XI no. 3A Rt 07/01
Jakarta Selatan 12790
021 - 790 0742
0856 1515 692
Daripada sampah kertas, majalah bekas dan koran bekas hanya menjadi sampah dirumah yang akhirnya memenuhi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) atau malah terbuang ke jalan, sungai dan laut, maka Kedai Daur Ulang akan menjadi alternatif terbaik untuk membuang sampah kertas kita. Ayo kita dukung bersama-sama. Buat kardus sumbangan untuk buku dan majalah di kantor anda, sosialisasikan hal ini kepada semua karyawan, dan beri contoh kepada teman kantor lainnya.
Kontak lainnya:
Edi Effendi:
Kalo ada yang mau buang kertas bekas ke saya aja, malah untuk HVS saya beli Rp 1500/Kg, cuma saya tinggal di daerah Cilegon / Banten, Kalo menyangkut Kertas file (Rahasia Perusahaan) yang mau di musnahklan tampa di bakar (Kan pencemaran), saya siap menghancurkan document dengan Mesin “Document Shredder” Gratis, asal limbah kertasnya buat saya, malah masih berani saya hargai. Ada yang berminat, atau info lebih jelasnya Hub saya di Hp 0818808680 / Rumah 0254 310218
T. Wijaya
Aq ngbutuhin banyak sekali kertas jenis Hvs…bagi yg punya banyak kertas, bs hubungin sy di ( T. Wijaya = 08997892903/081910501535)(ade = 085624076926)….di beli dengan hrga tinggi n dijemput.(lokasi di daerah bandung)…untuk yg di luar kota bs juga….aq butuh banyak sekali (minimal 100 kg/hari) mohon bantuannya…..maksih
Posko Daur Ulang Tzu Chi:
Hasil untuk disumbangkan ke yayasan Tzu Chi. Kertas dan plastik bekas tsb akan didaur ulang dan dijual mereka. Hasilnya digunakan utk membiayai RS & sekolah bagi yg tak mampu.
Telpon Posko Kelapa Gading: (021) 46825844 atau Bp Karja (sopir yang akan menjemput barang daur ulang Anda) : 0852 80640346.
Terimakasih & salam,
Kita semua tahu bahwa sampah plastik adalah jenis sampah yang paling sulit diuraikan oleh tanah. Jika Anda membuang sampah plastik hari ini, hingga 80 tahun mendatang pun sampah plastik ini pun belum bisa teruraikan. Padahal, hampir semua produk kebutuhan rumah tangga menggunakan pembungkus plastik. Jadi, terbayang kan berapa banyak sampah plastik terbuang setiap harinya?
Untuk mencegah penumpukan sampah plastik, kita sebenarnya bisa mencoba mengurangi dampak buruknya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkannya kembali. Sampah plastik bisa diolah menjadi barang-barang bermanfaat, seperti tas atau dompet. Hasilnya tak kalah cantik dengan tas-tas berbahan kain.
Dengan membuat tas berbahan kemasan plastik ini, Anda bisa mendapat dua manfaat. Selain mendapat tas cantik, Anda pun sudah turut berpartisipasi menyelamatkan lingkungan dari ancaman sampah plastik.
Kali ini kita coba dulu membuat tas yang ukurannya mungil. Ingin tahu cara membuatnya? Kami sajikan untuk Anda.
Alat dan bahan:
Cara membuat:
Apa yang dikaryakan ibu-ibu PKK dan Karangtaruna itu sangat luar biasa. Mereka kreatif bisa membuat tas cantik, dompet, cover meja, cover tempat tisu dan tirai dari bahan sampah plastik. Sampah platik itu dari bungkus pop ice, coffemix, marimas, nescafe dan berbagai plastik yang berbahan dari alumunium foil lainnya.
Misalnya, Wahyuni (29), istri kepala dusun setempat, di rumahnya itu disulap seperti bengkel kerajinan. Berbagai bungkus minuman cepat saji dari berbagai merek berserakan di depan rumah. Di depan rumahnya ada beberapa gundukan sampah plastik, ternyata gundukan sampah itu merupakan bahan baku kerajinan yang dibuatnya.
Dengan dibantu beberapa ibu-ibu PKK dan Karangtaruna, pembungkus makanan dan minuman itu dicuci menggunakan sabun. Setelah itu dikeringkan, plastik dibersihkan dengan lap kain. Warna-warna pembungkus itu tampak kinclong, bersih dan mengkilat. Selanjutnya, siap dipotong salah satu bagian ujungnya dan dirangkai dengan cara dijahit menggunakan benang dengan mesin jahit.
Selesai sudah Wahyuni merangkai plastik kecil itu menjadi lembaran plastik yang agak lebar. Setelah ditentukan polanya, dia mulai melapisi plastik itu dengan kain blaco. Sebuah pekerjaan yang rumit dan membutuhkan ketelitian, namun dia dengan telaten hampir menyelesaikan pembuatan tas cantik.
Konsentrasi membuat wajahnya berkeringat, namun dia tak menghiraukan itu. Setelah tas yang dibuatnya mulai terlihat sudut-sudutnya, dia tinggal memberi tali. Hasilnya luar biasa sebuah tas cantik, warna dan tulisan yang terpampang pada tas merupakan asli bawaan dari pembungkus makanan dan minuman yang dijadikan bahan dasarnya. Memang terkesan seperti sponsor, karena melekat nama mereknya.
''Tapi justru itu nilai seninya, warna dan nama merek pembungkus menjadi menarik. Misalnya, dari pembungkus pop ice warna merah, maka tas itu yang dominan warna merah dan sedap dipandang,'' kata Wahyuni.
Kelola sampah
Apa yang dilakukan ibu-ibu disana adalah bagian dari kampanye pengelolaan sampah. Kreatifitas membuat tas dan berbagai pernah-pernik lainnya itu merupakan merupakan program lanjutan dari pengelolaan sampah oleh Paguyuban Sampah Mandiri dusun setempat.
Menurut Sekretaris Paguyuban, Eko Wardiyanto, program pengelolaan sampah dimulai pada November tahun lalu yang didukung Dinas Lingkungan Hidup, kabupaten setempat. Setelah program berjalan beberapa warga dikursuskan untuk membuat kerajinan dari sampah plasik di Yogyakarta. Baru pada Februari tahun ini, paguyuban mulai berkarya membuat kerajinan.
''Bahan baku pembuatan kerajinan berasal dari sampah-sampah warga setempat. Untuk sementara memang itu tujuannya, bagaimana mengelola sampah dengan baik dan memberikan manfaat peningkatakan kesejahteraan masyarakat setempat,'' katanya.
Produksi berbagai kerajinan itu, kata dia, memang masih terbatas. Karena bahan baku berasal dari sampah masyarakat setempat saja. Padahal peluang pasar sangat bagus. Dia mencontohkan, sudah dikirim ke Jakarta dan untuk memenuhi permintaan pasar lokal.
''Kami sering mengikuti pameran dan ternyata itu sebagai ajang promisi yang efektif dan murah. Selain itu bisa kampanye cara-cara pengelolaan sampah pada pengunjung setand,'' tambahnya.
( sholahuddin al-ahmed/cn05 )
Judul :Inspirasi Dari Limbah Plastik
Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 22 November 2008
| |
| Tas berbahan limbah plastik buatan Bu Kasmi di Ciputat, Tangerang, Banten. |
Berkat sampah, Kasmi (52) dan Ida Suwardiah (48) bisa memberdayakan orang lain di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Kasmi membangun usaha kecil-kecilan sejak tahun 1988. Awalnya, dia memproduksi boneka. Dua tahun kemudian, Kasmi membuat tas berbahan sampah plastik.
Kasmi menceritakan, dia membuka usaha ini untuk anak bungsunya, Trimayningsih, yang tunarungu. ”Saya ingin anak saya bisa mandiri dan punya banyak teman,” kata Kasmi, Rabu (21/1), di rumah merangkap tempat usahanya di Pisangan Baru, Ciputat, Tangerang, Banten.
Setelah usahanya berjalan, Kasmi melatih sejumlah anak tunarungu membuat tas berbahan sampah. Sebagian di antara mereka bekerja di rumah Kasmi, sebagian lagi membuka usaha sendiri.
Belakangan Kasmi juga mempekerjakan ibu-ibu miskin di lingkungan sekitarnya. ”Saya terenyuh melihat kehidupan mereka. Setelah bekerja di sini, alhamdulillah kehidupannya membaik,” kata Kasmi yang punya usaha lain dan toko.
Kini, roda usaha Kasmi benar-benar telah berputar. Secara berkala, kelompok pemulung dari Cipayung, Legoso, Cireundeu, dan Pondok Cabe menyetor plastik bekas bungkus kopi dan pengharum pakaian. Bahan-bahan ini lantas disulap menjadi tas cantik oleh 14 remaja tunarungu dan beberapa ibu miskin yang bekerja bersama Kasmi.
Produk Kasmi dijual di sejumlah hotel berbintang di Jakarta dan toko swalayan mewah dengan harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Produk itu juga dicari konsumen dari Dubai, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. Omzet sebulan antara Rp 20 juta-Rp 40 juta.
Kasmi tidak memasang merek. Dia hanya membubuhkan kertas bertuliskan keterangan dalam bahasa Inggris bahwa produknya dibuat para tunarungu.
Ida Suwardiah, Ketua Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 04 Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, melakukan hal serupa. Ida menggerakkan ibu-ibu di sekitar lingkungan rumahnya untuk memproduksi tas dari kemasan bekas minuman instan sejak bulan Juni tahun 2007 lalu.
Semula ada 10 ibu yang ikut dalam kegiatan produktif itu, tetapi kini tinggal lima orang yang benar-benar aktif memproduksi tas seharga Rp 20.000-Rp 40.000 itu.
Untuk mendapatkan sampah kemasan bekas, Ida bersama rekan-rekannya menggalang tetangga di sekitar rumah mereka agar mau mengumpulkan sampah bekas kopi atau minuman instan. Ida dan teman-teman membeli sampah itu Rp 2.000 per kilogram.
Kegiatan yang dilakukan para ibu ini jelas bukan sekadar mengisi waktu luang. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran lingkungan dan membuka wawasan tentang nilai ekonomis sampah. Dari kegiatan itu pula, para ibu PKK ini lebih mandiri dalam hal keuangan.
Rolimah (40), yang juga anggota kelompok itu, sekarang merasa lebih merdeka untuk membelanjakan uang yang ia kumpulkan sendiri. ”Dulu, kalau mau jajan saja, saya minta suami. Kalau uang belanja habis, saya suka diomelin. Sekarang untuk membeli kebutuhan pribadi saya sudah bisa pakai uang sendiri,” tutur Rolimah. (budi suwarna/ lusiana indriasari)

